content top

Membangun Teamwork yang Solid

Membangun Teamwork yang Solid
Oke, jadi kemaren sudah ditulis bahwa penentu suksesnya proyek adalah teamwork . Then, How to build a solid teamwork ?

Suatu team harus mempunyai tujuan dan sasaran yang sama. Jadi, yang Pertama tentunya sang team-leader harus mengarahkan team menuju tujuan bersama secara jelas.
Kedua , Kembangkan budaya kerjasama dengan me-remove individual competition . Nggak ada persaingan individual dalam satu team – sembari tuntas memperjelas soal tanggungjawab dan menghilangkan overlapping dalam tugas dan otoritas.
Ketiga, ciptakan arus komunikasi yang bagus dan keserasian yang harmonis – there must be no barriers that prevent teamwork . Nggak boleh ada satupun hal yang mem-blok jalur komunikasi. Teamleader dan orang-orangnya harus selalu mendapatkan informasi yang dibutuhkan secara lengkap dan jelas.
Keempat , Memberdayakan team sehingga bisa bersemangat untuk memberi kontribusi ide dan saran. Sambil juga berusaha untuk menciptakan suatu atmosphere of honesty and openness . Lakukan meeting untuk melakukan review dari kemajuan proyek. Didalam meeting usahakan untuk bisa mendapatkan masukan/feedback yang seluas-luasnya, selengkap-lengkapnya dan sejujur-jujurnya. Meeting juga dilakukan untuk memperkuat koordinasi antar elemen dalam melaksanakan tugas/proses yang dilaksanakan bersama.
Kelima , Berikan team kekuasaan [otoritas] dan keleluasaan untuk membuat dan melaksanakan keputusan bersama. Pastikan bahwa basic resources tersedia.
Keenam, Kerjasama yang berhasil harus mendapatkan reward dan kesuksesan itu harus disebarluaskan sehingga ada kebanggaan yang dimiliki team member. Kesuksesan harus dirayakan – Celebrate team successes , dan dalam kesempatan itu berikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang tulus kepada tiap-tiap personel yang sudah bekerja sama dalam teamshow appreciation of an individual team player’s work . Selain itu berikan dorongan positif sebagai feedback.
When we all work together, we all win together..!
Read More

Foto dari Jogja

Foto dari Jogja

Kemarin dapat kiriman berharga dari temen-temen Jogja (Arif, Agus Ion dkk). Ini baru salah satunya:

Read More

No Place for Second Winner

No Place for Second Winner

Grant sacked as Chelsea manager

Avram Grant

Grant, hanya mampu bertahan 8 bulan.

Chelsea have sacked manager Avram Grant after just eight months in charge. The decision followed two days of talks between Grant, 53, and the club’s chief executive Peter Kenyon. The Israeli coach’s position had been subject to intense speculation after Chelsea finished runners-up in the Premier League and Champions League.

Source: BBC

————–

11, 21, 24 Mei 2008.

Tiga hari yang yang mendadak penting bagi karir Avram Grant.

Tanggal 11 Mei adalah saat Chelsea ‘resmi’ melepas gelar Premier, setelah ditahan Bolton 1-1, di pekan terakhir.

Pada 21 Mei merupakan waktu John Terry cs ‘terpeleset’ secara menyakitkan di final Liga Champions 2008.

Sabtu 24 Mei, akhir pekan semestinya tenang bagi kebanyakan orang, mendadak jadi kelabu bagi Grant. CEO Peter Kenyon dan Chairman Bruce Buck berkeras beralasan performa Chelsea ‘tak cukup bagus’. Maaf, saya terlalu bodoh menerje mahkan artikel BBC untuk kalimat “simply ‘not good enough’ secara pas ke dalam bahasa tercinta kita.

Chelsea memang klub top sejak Jose Mourinho datang. Sama dengan Kenyon yang beralih dari pemegang roda bisnis Manchester United ke London Barat. Dan, Stamford Bridge selalu meriah dengan kehadiran trofi sejak 2005. Maka, tak heran kalau Chelsea mendadak asing dengan dirinya sendiri, ketika musim 2007/2008 berakhir tanpa trofi.

Grant dipecat. Tapi, mengapa Kenyon –plus Buck– yang mengambil keputusan, bukan Abramovich?

Grant memang berteman akrab dengan Abramovich. Namun, hubungan itu bukan alasan untuk meletakkan profesionalisme di titik ke sekian. Kala Chelsea dihentikan tim gurem Barnsley di perempat final Piala FA, Roman marah besar pada Grant. Saat konpers, para wartawan Inggris sempat mengejar dengan pertanyaan apakah Grant akan terima dipecat jika tak mampu merealisasi minimal 1 trofi di antara 2 kompetisi yang masih ada.

“Ya, saya terima,” jawab Grant. Nah…

Kalau yang mengambil keputusan –lebih tepatnya, menurut saya, yang memberitahukan keputusan–
adalah Kenyon dan Buck, semata karena rantai tugas. Lagipula, kekalahan Chelsea dari Man-U lalu memberi efek tak enak dari segi bisnis, selain terpangkasnya prestise. Yup, Chelsea kehilangan fulus sekitar 85 juta euro atau kisaran Rp 1 triliun.  Masih masuk area Kenyon, kan?

Soal kekalahan Chelsea di final Champions, Mourinho sempat berkomentar,” Chelsea adalah tim yang selalu dekat dengan kemenangan. Mereka punya skuad dahsyat dan tak pantas menerima satu kekalahan pun. Tapi, itulah sepakbola dan hidup terus berlanjut.”


Grant dan Mourinho semasa bersama.

Nasib Jose dan Avram mungkin serupa namun tak sama. Lelaki Portugal diberhentikan seusai Chelsea ditahan Rosenborg 1-1, September 2007. Di lain pihak, pria Israel dipecat tiga hari setelah 120 menit bermain 1-1 dengan Man-U. Tak sama karena karir Jose tak diakhiri lewat adu sepak 12 pas, sementara Avram harus rela kehilangan posisinya melalui adu penalti. Kalah.

So.. in Chelsea way, no place for second winner, Mr. Runner-up!

Read More

Cara Posting Image/Gambar di Wordpress

Cara Posting Image/Gambar di Wordpress

Berikut ini cara memasang gambar/image di wordpress.

1. Klik di ikon Add an Image untuk upload gambar/image

2. klik Choose file, untuk memilih gambar yang akan diupload

3. klik Insert into Post

dan sang image langsung tampil di artikel kita.

Read More

Tentang Pertandingan Bayern Munchen-PSSI

Allianz, perusahaan asuransi sponsor utama kesebelasan Bayern Munchen, hari rabu malam ini (pertandingan sedang berlangsung babak 2 menit 60-an) mendatangkan Bayern Munchen ke Indonesia. Selain untuk memberi bonus pada pemain Bayern Munchen untuk plesir ke Indonesia (karena juara liga jerman 2007/2008) juga tentunya (misi utama) adalah untuk lebih menancapkan branded Allianz di Indonesia sebagaiperusahaan asuransi terkemuka, tentunya melihat indonesia sebagai pasar potensial.

Pertandingannya sendiri berlangsung cukup menarik, (sampai tulisan ini ditulis kedudukan 1-3 untuk Munchen). Menjelang akhir babak 1, Mark van Bommel menjatuhkan Budi Sudarsono di tengah lapangan sewaktu berlari bebas membawa bola. Wasit asal Singapura langsung menghadiahi kartu kuning. Van Bommel tidak terima, sempat terjadi perdebatan singkat. Dalam tayangan ulang memang jelas-jelas pelanggaran. Momen yang menarik adalah pada waktu jeda selesainya babak pertama, Pada waktu jalan kaki menuju ruang ganti, suddenly, Van Bommel ganti menghadiahi wasit asal singapura ini kaosnya yang bersimbah keringat. Wasit asal singapura itu agak kaget, walaupun akhirnya menerima dengan senyum, van bommel ngacir acuh tak acuh.

Apakah ini keangkuhan van bommel ,respek thd wasit atau pelecehan? Yang jelas kalo ini bukan pertandingan persahabatan, rasanya kejadian tadi akan menodai independensi wasit dalam memimpin pertandingan. dan tentunya mungkin sikap van bommel bukan sikap fair play.

(nontonnya diselingi ngetik, soalnya kalo nontonnya nggak disambi, pssi suka main jelek……ternyata sama aja…..skor 1-4 sementara, akhirnya 1-5)

Read More

Rangking Google kita hari ini

Rangking Google kita hari ini

Silakan cek, rangking kita hari ini, 21 Mei 2008, 16.30 WIB, untuk pencarian dengan kata kunci: “sipil UGM”.

Ada di halaman pertama, nomor 5 dari atas, tepat di bawah Situs Resmi Teknik Sipil UGM.

Read More

Sedikit tentang Steel Reinforced Concrete..

Pastilah kita sudah sangat mengenal dengan istilah reinforced concrete (RC) atau ataupun juga Steel Structure. Tetapi mungkin masih sangat jarang yang mengenal Steel Reinforced Concrete (SRC). Steel Reinforced Concrete atau beberapa juga mengenal dengan sebutan Concrete Enchased Steel Composite merupakan struktur komposit gabungan dari RC dan steel structure. SRC memanfaatkan kelebihan yang dimiliki oleh masing-masing element dasar pembentuknya, yaitu stiffness dari RC dan high strength dari steel shapenya. Gabungan dari keduanya ini menjadikan SRC memiliki kekakuan dan kekuatan (moment nominal) yang sangat tinggi.

Beberapa tahun belakangan ini, penelitian mengenai SRC banyak dilakukan di Jepang, Taiwan dan Amerika. Dan Aplikasi dari SRC ini sudah mulai banyak digunakan untuk struktur bangunan bertingkat antara 5 – 20 lantai.

Untuk menganalisis struktur SRC ada beberapa metode yang bisa digunakan.

Pertama, dengan menggunakan Superposition Method. Cara ini sangat sederhana, hanya dengan menambahkan momen nominal dari RC dan momen plastis dari Steel Shape-nya. Asumsi dasar kenapa digunakan momen plastis untuk steel shapenya dikarenakan kekangan beton diluar steel shape secara otomatis berlaku sebagai lateral support yang menghindarkan dari lateral torsional buckling. Sedangkan local buckling dicegah dengan pemilihan dimensi steel shape sehingga merupakan penampang kompak (pemilihan penambang baja menggunakan tabel profil umumnya sudah merupakan jenis penampang kompak). Dari asumsi tersebut maka perhitungan menggunakan superposition method ini dilakukan. Perhitungan ini memiliki bias yang cukup besar, hal ini bisa dimaklumi karena garis netral dari RC dan Steel shape berbeda. Superposition method ini memberikan hasil yang cukup konservatif ± 25% lebih rendah dari kapasitas moment penampang sebenarnya. Tapi karena kemudahan perhitungannya dan hasil yang masih cukup konservatif perhitungan dengan metode ini cukup disukai oleh kalangan praktisi.

Cara kedua dalam analysis penampang SRC menggunakan Complete Composite Plastic Stress Distribution (Composite-PSD). Metode analisis ini telah menggunakan satu garis netral yang mewakili penampang SRC. AISC,2005 sudah memberikan complete equation untuk penyelesaian untuk metode ini. Dan belakangan ini, sebuah metode desain diperkenalkan dengan sudah memasukkan unsur daktilitas element sebagai salah satu parameter untuk mendesain SRC beam ini.

Perhitungan yang ketiga dengan memasukkan Strain Compatibility Condition atau disebut dengan Composite-SC Method. Metode ini adalah metode perhitungan penampang yang paling presisi dan dilakukan menggunakan program bantu untuk section analysis seperti Xtract ataupun Biax. Dengan program ini kita sudah bisa memasukkan fcc’ (kuat tekan beton terkekang) akibat partially confined akibat sengkang ataupun super confined akibat beton terkekang didalam area steel shape sehingga dapat kita ketahui kapasitas moment ultimate SRC beam ataupun P-M interaction untuk SRC Column.

Hal penting yang harus diperhatikan dalam struktur SRC adalah bekerjanya aksi komposit antara RC dan Steel Shape-nya. Natural bonding antara flange dan beton sangat kecil dibandingkan gaya tekan pada blok beton yang bekerja diatas flange steel shape. Sehingga apabila bila kapasitas geser pada bidang pertemuan antara beton dan baja ini tidak mencukupi maka splitting concrete akan terjadi, dan preliminary failure tak dapat dicegah. Disinilah perbedaan fungsi sengkang yang terpasang pada RC dan SRC. Pada SRC, sengkang selain memberikan daktilitas element tertentu juga didesain untuk mencegah terjadinya splitting concrete. Selain menggunakan sengkang, aksi composite untuk SRC juga bisa menggunakan shear stud. Tetapi dari beberapa literature menyebutkan bahwa penggunaan shear stud untuk struktur SRC menyebabkan preliminary crack akibat konsentrasi tegangan yang terjadi.

Segini dulu cerita mengenai SRC, insya Allah lain lain kesempatan saya tambahkan lagi informasi seputar SRC ini. Yang penting sudah posting buat ngeramein konten.. hehehe.. “disela-sela running ABAQUS yang menjemukan…..”

Keterangan gambarnya gak keluar semua nih… gak dong scriptnya..

Read More

Mie Ongklok: Harta Karun Wisata Kuliner Wonosobo

Kemarin jalan-jalan ke Wonosobo, nengok mantan mertuaku yang udah dikebumikan di sana.
Sempet mampir ke Mie Ongklok yang katanya adalah makanan asli Wonosobo.
Cerita selanjutnya nanti aku ceritakan, soalnya inikan aku cuma test ajah.
hehehe

salam buat teman2

Read More

Siapa masih ingat..?

Siapa masih ingat..?

Sore ini pulang dari kantor, ada berita tentang gempa di China. Katanya, ada gempa dahsyat yang mengguncang China bagian tengah Senin siang ini, dengan magnitude 7,8. Trus, istriku berkata, “Gempa bumi yang besar pasti membunuh banyak orang”. Aku menjawab, “Gempa buminya sih enggak, yang bikin orang mati itu karena kena ambrukan bangunan”.

Jawaban itu spontan keluar, sepertinya otomatis. Mungkin masih ingat waktu kuliah Teknik Gempa dulu, waktu di text book ada tulisan, “Earthquakes don’t kill people, buildings [poorly built man-made structures] do”.




Tapi sepertinya hanya itu yang kuingat, konsep-konsep-nya samasekali nggak ada yang kuingat lagi. Sekarang nggak ingat, karena mungkin dulu nggak begitu paham benar.

Aku trus mengingat-ingat, keywords yang terkait dengan gempa – mungkin kalau ada waktu nanti cari di internet pake Google. Yang kuingat [antara lain] adalah:

Gempa El-Centro, Statik Ekuivalen, Analisis Dinamis, Efek P-delta, Strong Column – Weak Beam, Stiffness, Daktilitas, Kapasitas Deformasi In-elastis, Liquefaction.

Ada lagi yang mesti kuingat? Sebatas mengingat keywords sih, mungkin masih banyak yang masih ingat seperti aku, tapi adakah yang masih bisa fasih menjelaskan?

Read More
Page 14 of 17« First...10«1213141516»...Last »
content top