Mohon jangan dibahas dulu masalah tulangnya, mari kita bahas dahulu tentang RSS. Khususnya fitur RSS dari situs, milis, atau apapun konten yang telah dibikin oleh teman-teman Teknik Sipil UGM.

Apa sih RSS itu? Selengkapnya, klik di sini. singkatnya RSS adalah sebuah format untuk menyebarkan sebuah konten dari sebuah web.

Cara menampilkan berita2 yang disebar dengan RSS ada beberapa cara, misalnya:

  • Aplikasi RSS Reader/Agregator
  • Google Reader
  • Situs-situs Agregasi: misal Planet Terasi

Terus, apa hubungannya RSS dengan balung pisah?

Ngomongin RSS, adalah ngomongin tentang menyatukan. Menyatukan berita yang terpisah-pisah dari segala sumber dengan sebuah format yang sama, yaitu RSS. Adanya format RSS, dengan mudah berita-berita dari segala sumber tersebut dikelola, ditampilkan, diurut-urutkan, atau mau diapakan juga boleh.

Ngelantur dikit, sewaktu dulu sipil93.com ingin dibuat, ketika saat itu usulan bermunculan, misal sebagai situs resmi, blog, atau lainnya, sempat terpikir untuk bikin planet saja. Seperti planet terasi misalnya. Teman-teman sipil 93 pada punya blog, dan kesemuanya diagregasikan ke sipil93.com melalui bantuan mbak RSS ini. cuma, karena dulu teman-teman belum pada punya blog, maka format blog dengan wordpress inilah yang menjadi pilihan terbaik. Padahal saat itu saya pengen maksain teman-teman untuk berkenalan dengan Drupal.

Kenapa tiba-tiba membicarakan RSS?

salah satunya karena hari ini, sewaktu buka Google Reader, baca info penting dari Blog Teknik Sipil Pusat (disebut pusat karena bukan kepunyaan satu angkatan saja, 93 saja misalnya). Ini beritanya: http://sipilugm.wordpress.com/2010/02/21/milis-baru-teknik-sipil/

Info ini terbaca dengan cepat, berkat RSS. Kenapa di sipil93.com tidak dipasang saja, fitur untuk mengagregasi RSS dari situs hingga milis yang berbau Teknik Sipil UGM. dan seperti ajaran Emil, rasah kesuwen mikir, hajar saja, pasang agregasi RSS di kolom kanan bawah sipil93.com.

Langkah pertama

Lacak situs yang ada RSS-nya. Situs sipil93.com nggak usah. Di halaman depan saja bisa terbaca beritanya, ngapain dibikin link RSS lg. Teneh malah mbulet ra karuan.

Situs penting macam http://sipilugm.wordpress.com/ dan http://katgama.org/ langsung dituju. Alhamdulillah, mereka menghidupkan fitur share artikel dengan RSS ini. Sempat khawatir dengan http://katgama.org/, karena di menu firefox, gak ada icon RSS nyala, untung di pojok kanan atas ada icon plus tulisan: Subscribe to RSS feed. Ini dia yang dicari.

Beberapa milis pun diincar. Sebagai mana artikel terbaru dari sipilugm.wordpress.com tentang  tsipil-ugm@googlegroups.com, langsung dicari RSS-nya. Begitu buka halamannya di gogle groups, sudah berharap banyak, karena setting milis dibuka untuk umum. Tapi, gggak tahu kenapa, link RSS-nya nggak bisa dipakai.

Iseng-iseng, jadi pengen tahu setting milis civilian93@yahoogroups.com. Ini milis yang sangat sombong dan aman. Sombong karena disetting gak bisa di-search oleh Yahoogroups. Aman untuk ngomongin apa saja, karena yang bukan anggota milis gak bisa lihat email di dalamnya, dengan syarat, Jangan Asal Forward!

Langkah kedua

Pasang di widget RSS Feed nya WP. dan sekarang, silakan dinikmati info yang terpisah-pisah situs, tetapi tetap satu, Teknik Sipil UGM.

*) kalau ada situs yang pengen ditambahkan lagi dalam agregasi sipil93.com, langsung saja diusulkan di kolom komentar di bawah ini.

Random Posts

468 ad

5 Responses to “RSS Feeder: Mengumpulkan Tulang yang telah Berpisah”

  1. Ini adalah situs berbayar yang dipunyai oleh sipil 93. Salut deh, aku belum bisa buat sipilugm.com tuh.

    Mungkin perlu masukan dari teman-teman disini, kok bisa ya mbuat sipil93.com

    Hebatnya meskipun permalink-nya diset default tapi tetap ketemu juga sama mbah Gugel.

    Kalau diset tidak default mungkin akan lebih hebat lagi.

    Salam

  2. utk format permalink nya yg udah ketinggalan jaman, “Bob,…. ada masukan keren nih,… !!”.

    kenapa bisa bikin sipil93.com, biar Bos Anung aja yg jawab deh. :)

    tp, sebenernya yg susah bukan utk punya situs berbayar. yg lbh susah adalah utk menjaga keberlangsungan kontennya. “Satoto,… !!! konten To,… konten,…”.

    bahkan kesimpulan sementara saya sekarang, terutama dari sisi teknis. Masih mending gratisannya WP daripada yg berbayar ini. minimal ada 2 alasan:
    1. space lbh lega, mo insert picture gak perlu mikir. :)
    2. selalu otomatis update ke WP terbaru.

  3. kenapa bisa bikin sipil93.com, biar Bos Anung aja yg jawab deh

    Itu ide bersama, awalnya di milis ada wacana kalo alumni Sipil angkatan 93 punya web, dimana bisa menuliskan pengalaman dan pengetahuan yang didapat. Kan, sudah beberapa orang lulus S3, S2 dan sudah punya jam terbang di lapangan sesungguhnya. Nulis yang ringan-ringan pun juga nggak papa. Akhirnya kita urunan beli domain, http://www.sipil93.com, dan nyewa hosting. Nana kemudian meng-install WP sebagai engine web-nya. Sayang, kontennya masih sedikit. Yang diserahi menjadi pandega konten masih belum optimal. Satoto… Satoto, mana kontennya?

  4. Ralat dikit: yg install WP –> Mr. Bob.

  5. Thanks untuk ralatnya. Tadinya engine-nya bukan WP, tapi terus malah jadi lemot, akhirnya pake WP.

    Mas Eko: Salut deh, aku belum bisa buat sipilugm.com tuh

    Tapi sudah punya http://ekoshp.com, kan?

Leave a Reply