Nama Ponari tiba-tiba menjadi top. Tidak hanya di media televisi saja, di Internet nama Ponari cukup ngetop. Berikut hasil pencarian keywords “Ponari” di search engine saat 15 Februari 2009:
- Google : 16.900 (laman Indonesia) untuk laman luar bisa 110.000
- Ask.com : 35.900
- Alltheweb.com : 24.500
- search.msn.com : 21.100
- lycos.com : 10.463
- technorati.com : 64
- wikipedia : 4 (tetapi tidak ada yang berhubungan sama sekali dengan ponari dukun ciliK)
- bloglines.com : 116 post
- altavista.com : 570.000
- A9.com : 7 (tidak ada hubungannya dengan Ponari yang dimaksud)
- Goodsearch.com : 10.331
Bahkan Ponari ngetop juga di Youtube.com, flicker.com dan twitter.com
Kalo kita lihat di internet banyak pendapat, ada yang pro dan kontra. Yang pro mengatakan bahwa Ponari seperti Pocari, pelepas dahaga, saat berita-berita berisi dengan iklan politik. Ada berita yang agak nyleneh dan irrasional untuk ditonton.
Dan yang kontra mengatakan ini sebagai suatu perbuatan bodoh dan syirik.
Yang jelas bocah ini cukup fenomenal. Bocah asal Jombang ini, bisa meraup uang lebih 500 juta dalam seminggu. [Kebenarannya wallahulan karena ga ada audit secara resmi]. Mgk jika BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) turun tangan baru tahu kali kebenarannya.
Kehebohannya yang cukup sampai disini. Di salah satu situs sempat di bahas, bahwa berita ponari sampai juga ke Finlandia, bahkan sampai salah satu satff kedubes Malaysia datang juga ke sana untuk berobat.
Apakah akan ada kehebohan selanjutnya. Kita tunggu saja…
Ada pendapat Ayo sharing…! Yuk
Random Posts
4 Responses to “Fenomena Ponari di Masyarakat Kita”


Kabar terakhir, bapaknya ponari katanya sakit ya?
Tp kok dibawa ke RS, bukan disembuhin sendiri.
Tulisan yg bagus Bob, kemarin2 blm ada yg ngambil tema cenderung ke news kaya ngene iki.
Ayo dilanjut,…
Opo kabeh iku masuk ke saku Ponari? Katanya sih, orang tuanya aja malah nggak bisa mendekati Ponari. Kira2, siapa yang diuntungkan dengan adanya fenomena ini? Ponari kupikir juga adalah korban, yang pinter adalah yang bisa nyebar alias mem-blow up kisah ini. Jenius, mirip dengan yang merancang demam anthurium gelombang cinta, bunga itu nggak ada apa2nya tapi bisa menyihir banyak orang.
Ponari adalah fenomena.Fenomena ini adalah cermin kebodohan atau kejahiliyahan masyarakat Indonesia di tengah era globalisasi ini. Ternyata negeri kita masih mengalami zaman primitif. Kita belum melangkah sedikit lebih maju dari nenek moyang kita dulu, terbukti kan?
membaca seluruh blog, cukup bagus