Apa beda aspal alam dengan aspal minyak?

Aspal alam beda dengan aspal konvensional (turunan minyak bumi). Aspal alam langsung ada dalam tanah (bisa dikatakan sebagai suatu mineral).

Apakah aspal alam buton sudah diolah ?

Aspal Alam di pulau Buton, Sulawesi Tenggara ditemukan tahun 1926 oleh geolog Belanda Hetzel, selanjutnya aspal tersebut diolah oleh PT Perusahaan Aspal Negara, kemudian terakhir oleh BUMN PT Sarana Karya. Selanjutnya sudah ada beberapa investor swasta yang ikut menambang aspal alam buton.

Sebenarnya berapa sih kandungan aspal alam di pulau buton ?

Kandungan aspal Buton yang terukur diperkirakan mencapai 650 juta ton dari sejumlah 2 miliar ton hasil survei Direktorat Energi dan Sumber Daya Mineral, Bandung. Semenjak ditambang hingga saat ini, aspal Buton yang telah dieksploitasi baru 3,4 juta ton.

Kenapa penggunaan aspal alam kurang berkembang di Indonesia ?

PT Sarana Karya, pemegang konsesi penambangan aspal buton, hanya bisa mengolah aspal alam menjadi aspal butir/granular, dimana aspal ini hanya digunakan untuk jalan-jalan ‘kelas rendah’ seperti jalan lingkungan, atau jalan-jalan dengan frekwensi kendaraan rendah.

Bagaimana perkembangan terbaru aspal buton sekarang ini ?

Semua orang tahu kualitas aspal alam buton, sehingga banyak investor yang ingin menambang aspal alam buton ini. Sekarang ini penambang aspal alam buton tidak hanya PT Sarana Karya, tetapi sudah banyak yang lain. Yang perlu dicatat adalah ada salah satu investor aspal alam buton yang berhasil mengolah aspal alam buton menjadi aspal cair, sehingga dapat dipakai untuk jalan kualitas tinggi (frekwensi kendaraan tinggi).

Bagamana peranan pemerintah dalam penggunaan aspal buton ?

Selain memperbanyak/mempermudah investor yang akan mengolah aspal alam buton (Departemen ESDM), Departemen PU juga mempunyai peranan yang (seharusnya) signifikan. Departemen PU melalui Direktorat Jendral Bina Marga dalam beberapa tahun terakhir, telah ‘mengharuskan’ beberapa ruas jalan nasional (yang penanganan-nya menjadi wewenang Departemen PU) untuk memakai aspal buton.

Bagaimana realisasi-nya?

Sangat mengecewakan. Dari puluhan ribu ton target penggunaan aspal buton pada jalan nasional, hanya ter-realisasi kurang dari 10%. Demikian juga jatah dari Dep. PU sebesar kurang lebih 80.000 aspal buton untuk daerah (dalam hal ini pemda kabupaten/kota) pemanfaatan-nya masih sangat minim.

Kenapa hal ini bisa terjadi ?

Ada miss antara disributor aspal buton dengan pemerintah (Dept PU) sebagai owner. Ada kesalahan distributor, dimana komitmen pasokan aspal buton yang telah disepakati antara distributor dan pemerintah, tidak dapat dipenuhi oleh distributor, karena satu dan lain hal. Untuk tahun 2008, sudah ada gentlemen agreement antara distributor dan pemerintah (Dept. PU) bahwa kejadian tahun 2007 tidak akan terulang lagi.

Sebenarnya seberapa jauh aspal alam buton bisa menggantikan aspal minyak konvensional?

Aspal alam buton adalah suatu mineral mentah, sehingga untuk pemanfaatannya harus diolah telebih dahulu. Sedangkan aspal minyak adalah hasil turunan dari minyak bumi. Aspal buton bisa berfungsi sebagai subsitusi (pengganti) atau komplementer (pelengkap) dari aspal minyak. Aspal buton bisa sebagai pengganti sepenuhnya aspal minyak untuk metode aplikasi lapen (Lapis Penetrasi) untuk jalan kolektor, jalan kabupaten/kota atau jalan lingkungan. Sedangkan sebagai fungsi komplementer (pelengkap) adalah pada metode aplikasi hotmix atau coldmix. Pada metode aplikasi hotmix, aspal buton diolah sebagai bahan tambah/modified. Hal ini bisa mengurangi penggunaan aspal minyak hingga 75%.

Apakah pemerintah, dalam hal ini instansi teknis terkait (Departemen Pekerjaan Umum) pernah melakukan pengujian terhadap aspal alam buton?

Sudah pernah. Pengujian dilakukan oleh Pusat Penelitian Jalan Departemen PU. Hasilnya dituangkan dalam Sertifikasi Uji Kelayakan Teknis No. 06.1.02.485701.33.11.002. Isinya potensi penggunaan aspal Buton dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan sudah sangat layak dan dapat segera dilaksanakan. Bahkan penelitian terakhir pengembangan aspal Buton telah dapat menghasilkan kualitas jalan yang setara dengan penggunaan aspal minyak.

(disarikan dari berbagai sumber)

Random Posts

468 ad

8 Responses to “Tentang Aspal Alam Buton”

  1. nDro, di Cibinong atau nDepok ada ruas jalan yg udah coba-coba pakai aspal Buton ini belum ya?

  2. Yang perlu dicatat adalah ada salah satu investor aspal alam buton yang berhasil mengolah aspal alam buton menjadi aspal cair, sehingga dapat dipakai untuk jalan kualitas tinggi (frekwensi kendaraan tinggi).

    Siapa investor itu? Apakah ekstraksi Asbuton sudah berhasil dalam artian ekonomis? Ekstraksinya apa harus pake BBM, berapa liter solar untuk dapat 1 ton Asbuton cair? Kalo biaya lebih dari 650 dollar per ton, ya tetap saja mahal.
    Sebetulnya, salah satu solusi sbg pengganti flexible pavement ya rigid pavement.
    Bagaimana pendapatmu, nDro?

  3. @Nono
    Yang saya tahu, saat ini, pemakaian asbuton secara luas biasanya pada jalan-jalan lingkungan, jalan desa atau jalan kabupaten yang frekuensi lalu lintas-nya rendah. Tapi dalam 4-5 tahun terakhir, pemakaian asbuton sebagai bahan tambah dalam campuran hotmix (campuran aspal buton dengan aspal minyak dengan perbandingan tertentu) banyak dilakukan. Tapi aplikasinya di Indonesia masih sedikit, yang sudah diaplikasikan secara luas ada di cina dan myanmar. ( Kebanyakan produk olahan asbuton banyak diekspor di cina, myanmar, sehingga stok untuk pemakaian di dalam negeri sangat sedikit/terbatas, mungkin ini penyebab tidak tercapainya target pemakaian asbuton oleh Dept. PU)
    No, jalan pemda kab. bogor cibinong (tegar beriman) pernah memakai asbuton (bahan tambahnya), untuk di depok, aku durung ono datane………

    @Anung
    Investor-nya PT OBM (Olah Bumi Mandiri). Pas lokakarya asbuton, aku diwenehi sampel-e. Sampel-nya seperti jel (vas, dolanan jaman disik) produk-nya namanya RETONA (Refined Buton Asphaltic).
    Rigid pavement menurutku beda dengan flexible pavement, masing2 punya ‘pangsa pasar’ tersendiri. Untuk pembangunan jalan baru, rigid pavement bisa diterapkan, tapi untuk jalan eksisting (Pemeliharaan, Rehabilitasi atau Peningkatan Jalan) agak susah, walaupun bisa juga dikerjakan.
    Jadi fleksibel pavement tidak bisa dihilangkan sama sekali, tapi sebagian peran-nya bisa digantikan oleh rigid pavement.

  4. Ngomong2 masalah pavement, kenapa tidak ada artikel tentang kondisi jalan di Indonesia yang rusak parah saat ini? Ayo Ndro, bikin artikel lagi tentang permasalahan itu…..hehehe

  5. Ooo,…
    Jalan PEMDA Cibinong ki nganggo Aspal Buton to? :)
    Coba sesuk nek lewat tak perhatikan meneh, kayane ra beda ro dalan liyane je,…

  6. Oeh hampir semua pihak, selalu dinyatakan bahwa cadangan asbuton mencapai 600 juta hingga 677 juta ton.

    Hasil penelitian saya sementara ini (berdasarkan hasil-hasil evaluasi dan eksplorasi pribadi selama lima tahun terakhir) menunjukkan bahwa total sisa deposit asbuton kemungkinan tidak lebih dari 1,6 juta ton.

    So…, dari mana dasar munculnya sekian ratus juta ton tsb ya…???
    Ketidaktahuan??? atau upaya pembodohan (kebohongan) untuk keuntungan2 tertentu ???

  7. Pak Lahardi bisa sharing juga, mungkin dengan memberikan link website yang memuat informasi soal ini. Terimakasih.

  8. saya butuh info tentang perusahaan penghasil aspal di indonesia, kebetulan ada relasi yang menginginkan kerja sama untuk expor..sudah ada beberapa penawaran dari negara2 lain mengenai harga per ton..yang dicari adalah type aspal 40-50%,60-70%, 80-100% apakah di Indonesia sudah ada perusahaan yang bisa mengolah aspal menjadi cair spt itu and apa harga bisa bersaing dengan negara lain?

Leave a Reply