content top

Related Post: Fitur baru di sipil93.com

Sebuah fitur baru di sipil93.com: Related Post, atau Artikel Terkait. Fitur ini dapat dilihat pada bagian bawah halaman sebuah artikel. Lima buah artikel terkait dan potongan awal artikel dapat dilihat di dalamnya.

Diharapkan dengan adanya fitur ini, daya jelajah teman-teman di sipil93.com menjadi semakin tinggi. Mohon saran dan masukan untuk fitur baru ini.

Read More

Sambut puasa, pasang Zekr di Ubuntu

Sambut puasa, pasang Zekr di Ubuntu

Besok pagi, teman-teman muslim sudah puasa, nanti malam sudah tarawih. Satu bulan penuh menjalani ibadah puasa. Siapkan segala sesuatunya, pasang Zekr dulu di Ubuntu-mu.

Zekr adalah aplikasi untuk membaca Al-Quran di Ubuntu. Translasi bahasa Indonesia juga sudah ada. Ini screenshot-nya.

Read More

Opera Mini: Solusi Mobile untuk para Fakir Bandwith

Opera Mini: Solusi Mobile untuk para Fakir Bandwith

Opera Mini adalah salah satu browser alternatif berbasiskan Java untuk mengakses internet melalui ponsel. Keunggulannya adalah akses 2-3 kali lebih cepat dari browser bawaan ponsel. Selain itu, dengan Opera Mini penggunaan bandwith internet bisa lebih kecil, bisa sampai hanya 1/10 dari browser biasa.

Mengapa Opera Mini bisa seampuh itu?

Dalam mengakses halaman-halaman situs, Opera Mini tidak langsung mengakses ke server situs tersebut. Opera Mini mengakses sebuah situs dengan melalui server dari Opera Mini tersebut, dan di server Opera Mini tersebut, halaman situs yang ingin kita akses dilakukan kompresi, dilakukan reduksi resolusi gambar, bahkan menghilangkan script yang tidak diperlukan jika sebuah situs diakses melalui ponsel.

Dalam upaya menjadi lebih cepat dan hemat bandwith, Opera Mini dilengkapi dengan beberapa fitur yang ciamik. Fasilitas RSS Feeder-nya cukup ampuh untuk sekedar mengikuti update dari sipil93.com dan detikNews. Fitur search langsung ke Google dan Wikipedia cukup memudahkan untuk melakukan pencarian. Dan pada versi Opera Mini yang terakhir sudah dilengkapi dengan fasilitas User Account, sehingga jika kita melakukan install ulang, tidak perlu membuat setting baru, karena semua setting terdahulu mengikuti Account kita. Fitur ini tentunya juga bisa digunakan, jika kita gemar pinjam ponsel teman yang ber-Opera Mini, dengan User Account kita, setting Opera Mini langsung berpindah sesuai dengan kepunyaan kita.

Tampilan Opera Mini dapat diatur agar tidak bergambar. Jika bergambar pun kita memiliki 3 opsi, dari gambar yang beresolusi rendah, menengah dan tinggi. Kita juga bisa memilih, tampilan sebagai Mobile View dan tidak. Jika tampilan kita atur sebagai Mobile View, tampilan situs diatur ulang menyesuaikan layar ponsel agar nyaman dibaca pada ponsel yang berlayar kecil.

Dari pengalaman, akses melalui Opera Mini sangat murah. Jika setting Load Image di-off-kan, akses ke Gmail, hanya 5-10KB, search ke Google 2-3KB, ke halaman awal sipil93.com, 12KB. Dengan paket Mentari atau IM3 yang bertarif Rp. 1/KB, voucher 10 ribu pun bisa cukup untuk sebulan. Apalagi tawaran Axis sekarang ini. StarOne juga bisa menjadi pilihan menarik jika ponsel kita CDMA. Saking murahnya, akses melalui Opera Mini sudah serasa Unlimited.

Dan satu keunggulan Opera Mini sebagai browser hebat yang bisa di-install di ponsel, menjadikan kita menjadi mobile, bisa membuka, menulis komentar maupun konten sipil93.com dari toilet sekalipun.

Read More

Hydrogen: Main Drum di Ubuntu

Hydrogen: Main Drum di Ubuntu

Tulisan ini saya buat spesial untuk: Teguh Sudibyo

Ngomong-ngomong masalah aplikasi di Ubuntu, mau cari apa aja juga ada. Dulu, di awal utak atik Ubuntu, terkesan banget dengan aplikasi yang satu ini. Hydrogen, The Advance Drum Machine.

Tampilan di halaman utamanya seperti ini:

Untuk memainkannya, kita bisa mulai dengan membuat beberapa patern. Di dalam patern tersebut, kita bisa mengisi dengan not-not yang kita inginkan. Setiap not mewakili suara masing-masing instrumen pada drum, seperti bass drum, snare drum (rock/jazz), simbal dan lainnya. Keras lembut setiap pukulan bisa diatur dengan mudah, dengan mengatur tinggi rendah batang-batang vertikal pada patern editor tersebut. Fasilitas ini berguna banget jika kita ingin memainkan snare drum lengkap dengan permainan ghost note, agar beat yang didapat lebih asik.

Sambil mengedit patern editor, kita bisa mem-preview suara drum yang sedang kita buat. Tekan tombol play atau space bar, kita bisa mengedit beat-beat drum buatan kita.

Jika beberapa patern sudah dibuat, patern-patern tersebut dapat disusun menjadi rangkaian lagu dalam  Song Editor. Untuk menyempurnakan permainan kita, sebuah mixer disediakan untuk mengatur keras lembut setiap intrumen drum.

Hydrogen juga menyediakan fitur yang menarik di dalam mixer-nya, yang disebut Humanize. Permainan mesin drum yang biasanya perulangannya pasti sempurna, bisa diatur agar permainannya mirip permainan manusia, yang kadang kekerasan pukulan kurang teratur, ketukan meleset, ataupun seberapa nge-swing permainan kita.

JIka lagu sudah didapat, silakan hasil permainan di-export ke midi, ataupun ogg (format mp3-nya linux). Atau permainan ini akan kita lihat dalam bentuk partitur notasinya? di Ubuntu pasti ada aplikasi untuk hal tersebut. Gratis.

Sayangnya, Hydrogen mempunyai kekurangan, yaitu: main drum menjadi tidak berkeringat.
Akhir kata dari saya buat Teguh, “Please coba Ubuntu. Mainkan Hydrogen !”.

Read More

Pilih Webmail atau POP3/IMAP ?

Pilih Webmail atau POP3/IMAP ?

Melihat aktivitas email-emailan yang semakin meningkat akhir-akhir ini, sempet tergoda untuk mencari alternatif moda dalam mengakses email. Kebetulan karena account email saya adalah dari layanan Gmail, maka peluang untuk menggunakan fasilitas POP3 bahkan IMAP menjadi terbuka. Berbeda dengan layanan email dari Yahoo.com, yang saat tidak menyediakan fasilitas POP3, apalagi IMAP. (“Silakan buang account Yahoo.com anda, pindah saja ke Gmail. Gunakan Yahoo hanya untuk Messenger!”, sekali lg, ini adalah kata saya)

Fasilitas POP3 memungkinkan kita menggunakan aplikasi pengelolaan email seperti Outlook Express dan MS Outlook jika di Windows, atau dengan Thunderbird atau Evolution jika di Linux. Aplikasi-aplikasi tersebut akan mengunduh email kita dari server, sehingga email tersebut akhirnya berada di harddisk komputer kita. Dengan demikian, ketika offline pun, kita masih bisa mengelola email-email kita. Dan karena kita hanya mengakses email secara lokal di PC kita, tentunya respon dalam pengelolaan email (membaca, menghapus, membalas, meneruskan) menjadi lebih cepat. Asyik bukan?

Jika memang dengan POP3 lebih enak, saya akan beralih dari cara akses email saat ini melalui Webmail menjadi menggunakan aplikasi pengelola email yang mendukung POP3, misal Thunderbird atau Evolution. (tentunya karena saya memakai Linux/Ubuntu)

Tetapi, ternyata tidak segampang itu saya bercerai dengan Webmail. Ada beberapa keunggulan, jika saya tetap meneruskan cara lama saya dalam mengakses email, dengan menggunakan Webmail.

Beberapa keunggulan jika saya menggunakan Webmail adalah:

  1. Saya bisa mengakses email saya di mana saja. Bisa di rumah, di kantor, PC teman kantor, ataupun besok pada saat saya mudik ke Jogja.
  2. Kadang-kadang saya menggunakan HP untuk mengakses email pada saat mobile. JIka saya gunakan pop3 dan email sudah terunduh di PC lokal, dan email lama saya di server sudah terhapus, maka saya tidak bisa lagi melihat arsip email lama saya.
  3. Layanan Gmail saat ini sudah tidak lagi menggunakan cara lama dalam menyajikan email. Akses awal di Gmail memang terasa lama, tetapi setelah berhasil menampilkan daftar emailnya, membuka email terasa enteng.
  4. Account Gmail saya udah saya lengkapi dengan beberapa rule dan label, yang saya menjadi malas untuk men-setting ulang hal tersebut di aplikasi pengelolaan email yang akan saya pakai. (ini sih cuma gara-gara saya malas aja)
  5. Sebenarnya, bisa saja dengan POP3, tetapi di-set agar email di server tidak terhapus. Tetapi, saya tidak melakukan hal tersebut, selain karena alasan No. 4, juga menjadikan pengelolaan email saya tidak efisien, karena saya menjadi seperti mengelola 2 buah aplikasi email.
  6. Fasilitas IMAP sebenarnya menjawab masalah saya, agar pengelolaan di aplikasi lokal, tetap ter-update di server email. Dengan IMAP, jika kita menghapus email di Outlook/Evolution/Thunderbird, maka di server email juga terhapus. Jika email di PC lokal sudah ter-label-i menjadi read, di server, status email tersebut juga menjadi read. Sayangnya koneksi internet saya kurang bersahabat dengan IMAP. Masih terlalu lama untuk melakukan sinkronisasi antara email di PC lokal dengan di server Gmail, jika melalui koneksi internet yang saat ini saya pakai. (TelkomnetFlash Unlimited, rp. 125, sepuasnya.)
  7. Beberapa layanan Webmail saat ini memberikan kapasitas yang besar, lebih dari 6GB. Sehingga sudah sangat cukup untuk menyimpan semua email-email kita.

Karena itu, dengan segala pertimbangan di atas, saya memutuskan untuk tetap menggunakan Webmail dalam mengelola email-email pribadi saya.

Read More
Page 1 of 3123»
content top