content top

Diklat Bangunan Teknis Tahan Gempa

Aku ada cerita nih, semoga bermanfaat…..

Selama 5 hari, senin s/d jum’at, 16 – 20 Nov 2009, saya mendapat tugas untuk mengikuti diklat bangunan tahan gempa yang diadakan oleh Balai Diklat PU wilayah Jakarta yang bertempat di Sapta Taruna, Pasar Jum’at, Lebak Bulus, Jakarta. Walaupun agak melenceng dari tupoksi tempatku bekerja, (Bina Marga -jalan dan jembatan), tapi nggak papa lah untuk menambah wawasan.

Read More

Drop (Duck), Cover and Hold

Drop (Duck), Cover and Hold

Bila ada gempa, biasanya anjuran yang disampaikan adalah “DROP, COVER and HOLD”, dan itu disosialisasikan dengan poster-poster. Salah satunya ya poster semacam ini:

Versi yang lebih lama, adalah yang seperti ini:

Ada yang punya contoh poster lainnya?

Read More

Hanna, Gustav, Ike

Hanna, Gustav, Ike

Ini bukan nama orang, tetapi nama topan (badai tropis, hurricane) di sono. Trus, kalo sering terjadi topan seperti itu, kira-kira bagaimana respon Civil Engineer disana, ya?




Kalau di Indonesia, beban angin (W) sepertinya sudah masuk ke peraturan pembebanan indonesia – tapi sepertinya kalah “tenar” dibanding dengan beban mati (D), beban hidup (L), dan beban gempa (E).
Tapi, walaupun tidak setenar mereka, sepertinya sudah mulai diperhatikan – setidaknya beberapa gedung sudah di-analisis menggunakan model dan terowongan angin. Mungkin karena sudah mulai banyak bangunan tinggi dan ramping ya? Dulu kan, sewaktu harga tanah murah, biasanya bangunannya melebar horizontal.
Apa ya yang kuingat tentang beban angin? Oh ya, satuannya kg/m2 trus selalu tegak lurus dengan atap/bidang, trus ada yang tekan dan ada yang hisap. Oh ya, dulu katanya angin bisa membuat bangunan ber-resonansi. Ingat jembatan gantung yang bergoyang itu? Jadi walau struktur diharapkan ringan tapi kekakuannya harus cukup rigid sehingga nggak terombang-ambing.
Lha, kalo soal bentuk bangunan? Soal aerodinamika gimana? Wah, nggak tahu soal itu. Dulu sepertinya pelajaran tentang aerodinamika gedung nggak masuk silabus ya? Mungkin ada teman yang sekarang studi atau bergelut di bidang ini? Aku sih nggak minat, takut masuk angin..! Hehehe..!
Mudah-mudahan hurricane seperti Katrina nggak mampir ke Indonesia, tapi jikalau mampir (akibat global warming) mudah-mudahan para engineer disini sudah siap.Jadi paling tidak nggak ada kerusakan berat, paling cuma di bagian cladding/wall saja.



Ya memang harusnya begitu, lha wong kita ini sudah dikasih kemudahan nggak ada beban salju kok, masak ngitung angin aja nggak mau. Atau, lebih hebat lagi jika anginnya bisa dikonversi jadi energi untuk penerangan atau AC. Wah, hebaat…!

Read More

Sedikit tentang bencana tsunami di Aceh dan gempa bumi di Jogja.

Sedikit tentang bencana tsunami di Aceh dan gempa bumi di Jogja.

Dua buah bencana dahsyat terjadi di indonesia dalam kurun waktu 5 tahun ini, disamping bencana-bencana yang lain yaitu tsunami di aceh dan gempa bumi di jogja.

Kedua bencana tersebut benar-benar meluluhlantakkan segenap sendi-sendi kehidupan di kedua daerah itu. Kebetulan saya diberi kesempatan untuk menyaksikan sisa-sisa kedahsyatan bencana itu, walaupun untuk bencana tsunami di aceh baru tiga bulan kemudian saya bisa menyaksikan puing-puing kehancuran akibat tsunami.

Ada yang sedikit berbeda dalam pengamatan saya selama mengunjungi daerah korban bencana. Dalam hal ini saya bukanlah seorang ahli dalam bidang sosial ataupun seorang peneliti yang memang sengaja melakukan penelitian di daerah bencana. Saya hanya berusaha merekam secara jujur apa yang hadir dalam indera pengelihatan dan menghadirkannya dalam sebuah media yang benama foto.

Ada 2 hal penting yang selalu saya catat dalam ingatan selama saya berkunjung di kedua daerah bencana. Pertama adalah sikap masyarakat dalam menghadapi bencana yang terjadi di daerahnya masing-masing, yang kedua adalah seberapa cepat masyarakat yang terkena bencana bagkit kembali menata daerah mereka (sosial dan ekonomi).

Read More

Siapa masih ingat..?

Siapa masih ingat..?

Sore ini pulang dari kantor, ada berita tentang gempa di China. Katanya, ada gempa dahsyat yang mengguncang China bagian tengah Senin siang ini, dengan magnitude 7,8. Trus, istriku berkata, “Gempa bumi yang besar pasti membunuh banyak orang”. Aku menjawab, “Gempa buminya sih enggak, yang bikin orang mati itu karena kena ambrukan bangunan”.

Jawaban itu spontan keluar, sepertinya otomatis. Mungkin masih ingat waktu kuliah Teknik Gempa dulu, waktu di text book ada tulisan, “Earthquakes don’t kill people, buildings [poorly built man-made structures] do”.




Tapi sepertinya hanya itu yang kuingat, konsep-konsep-nya samasekali nggak ada yang kuingat lagi. Sekarang nggak ingat, karena mungkin dulu nggak begitu paham benar.

Aku trus mengingat-ingat, keywords yang terkait dengan gempa – mungkin kalau ada waktu nanti cari di internet pake Google. Yang kuingat [antara lain] adalah:

Gempa El-Centro, Statik Ekuivalen, Analisis Dinamis, Efek P-delta, Strong Column – Weak Beam, Stiffness, Daktilitas, Kapasitas Deformasi In-elastis, Liquefaction.

Ada lagi yang mesti kuingat? Sebatas mengingat keywords sih, mungkin masih banyak yang masih ingat seperti aku, tapi adakah yang masih bisa fasih menjelaskan?

Read More
content top