Jun 15 2009

Laporan Pandangan Mata: Kumpul2 di tempat Lussi Erni

Published by Anung under Lain-lain, Pengalamanku

Kamis tanggal 11 Juni, setelah absen pulang, aku langsung menuju ke tempat Lussi, mau ketemu teman2 Sipil93. Kantorku di BSD, jadi perlu lama untuk sampai ke Kayu Putih. Dalam pikiranku, “Ah, pasti Nana duluan datang, karena lebih dekat”. Baru nyampe TB Simatupang, ada telepon dari Lussi. Katanya, “Kok nggak ada yang datang, baru Maria aja yang datang”. Walah, Maria yang dari Singapura sudah datang kok Nana belum datang ya? Mana Lussi pake ngancam lagi, “Kalo nggak ada yang datang, Anung harus tanggung jawab menghabiskan makanan yang untuk porsi 15 orang”. Undangan sudah lewat milis, lewat facebook dan lewat SMS – tapi memang karena jarak dan waktu serta alasan lain, jadinya yang datang sedikit. Ndari nggak bisa, Candra nggak bisa, Bobby juga nggak bisa. Ririn juga nggak bisa. Titin nggak ada berita.

Aku telpon Ikko, katanya udah email kalau nggak datang [akibat “Bukan Empat Mata”-nya Tukul dicekal], nelpon Nana katanya ada masalah di kantor. Agung ditelpon, katanya nggak tahu jalan [buat Agung Jakarta itu cuma Senen – Mampang aja]. Endro masih di kantor KPK di Kuningan. Hmm, harus pada dipaksa datang, nih.

Akhirnya route sedikit diubah, lewat Mampang biar bisa maksa Agung. Kalau lewat Mampang kan nggak lagi bisa alasan nggak tahu jalan. Akhirnya ketemu Agung di pinggiran jalan seberang Hotel Maharani. Gampang menemukan Agung, sebab dia nggak banyak berubah, tetap kurus seperti jaman di Pogung dulu.

Agung naik, selanjutnya ke Tendean, njemput Ikko di Trans7 – Menara Bank Mega. Kalau dilihat dari peta, jarak Mampang – Tendean dekat, tapi perlu setengah jam juga kesana. Bukan Empat Mata ternyata tidak jadi dicekal, dan Ikko bisa berangkat ke tempat Lussi, dengan masih pakai seragam Trans7. Akhirnya Ikko naik. Ikko ini pengertian, dia bawa Teh Botol kemasan kotak, tahu juga kalo kita haus. Setelah Ikko naik, giliran Endro. Endro ini kita minta untuk nunggu di Bulog atau Depnaker. Sambil nunggu Endro kita parkir di belakang bis, sambil ngrasani, “Bis ini kok nggak gerak-gerak, pasti mogok karena udah tua”. Eh, selesai ngrasani gitu, kok ya giliran si Mumun jadi nggak bisa di-starter. Terpaksa minta tolong Ikko dan Agung untuk ndorong. Si Ikko saking seringnya kapusan, pake nuduh segala, “Jangan2 diapusi biar terpaksa ndorong”. Padahal ya bener2 nggak bisa di-starter.

Setelah ndorong, kita ketemu Endro yang sudah menunggu di depan Bulog. Endro naik, kita langsung menuju tempat Lussi. Karena baru pertama kesana, maka Endro kita tunjuk jadi navigator, yang mbaca peta. Kalau minta Agung yang jadi navigator, resikonya nggak nyampe-nyampe.

Kita naik ke Tol Dalam Kota, keluar di Cempaka Putih. Selanjutnya belok di Kelapa Gading Blvd dan masuk Kayu Putih. Sampai disini kinerja Endro OK. Tapi sewaktu harus masuk Kayu Putih Utara, Endro salah fatal. Dia malah masuk ke Kayu Putih Selatan. Akhirnya terpaksa muter lagi. Sampai di Kayu Putih Utara III D, kita nggak tahu rumah Lussi. Kepaksa aku turun tanya orang di pos ronda [Ikko nggak mau, soalnya masih pakai seragam Trans7, ntar dikira crew Termehek-mehek]. Kok juga nggak ada yang kenal dengan Lussi maupun Yudhi, ya? Setelah nelpon Lussi akhirnya ketemu juga rumah dia.

Di tempat Lussi saat itu sudah ada Maria (plus Kiki anaknya), dan baru saja salam-salaman, Nana baru datang. Peserta terakhir, padahal janjine arep ngewangi gelar klasa. Mengecewakan, karena kita tadinya berharap Nana mau mbagi voucher film Garuda di Dadaku, tapi ternyata enggak.

Sebagai tuan rumah, Lussi benar-benar OK. Sajiannya memuaskan. Anehnya, Agung nggak banyak makan. Setelah ditanya, ternyata perutnya Agung kaget kalo dapat makan enak, hehehehe… Pantesan tetap kurus.  Sembari makan, tentu banyak guyon yang kita lontarkan. Agung mungkin masih terpana dengan Maria, sehingga kadang melontarkan pertanyaan bodoh, seperti ini:

Agung: Maria tinggal dimana di Singapura?
Maria : Di Tiong Bahru
Agung: Oh, pasti sebelahnya Tiong Lama

Atau seperti ini:

Agung : Kalo Maria di Singapura, apa suami juga di Singapura?
[Agung mikirnya siapa tahu seperti dirinya: suami di Jakarta, istri di Jepara]

Atau seperti ini:

Agung : Waktu Mahohara lari di Singapura, tahu enggak?
[Agung mikirnya Singapura itu cuma sebesar Mampang, kali yee?]

Atau seperti ini:
Agung : Pas GP Singapura, berarti nggak bisa keluar rumah ya?
[Agung mikirnya jalanan di Singapura semua sudah jadi sirkuit]

Atau seperti ini:
Agung: Wah, Kiki tentunya bisa bahasa Singapura ya?
[Agung lupa kalo Singapura juga Melayu]

Obrolan mengalir lancar, dan mohon maaf bagi teman2 yang nggak datang, kalian jadi korban rasan-rasan kami, hehehehe…! Pokoknya, jadi bahan joke (kalo nggak mau jadi bahan joke, anda harus datang kalo ada acara kumpul2 lagi). Tentu saja ada session foto-foto, dan salah satu hasilnya adalah yang ini:

Photo Bareng

Setelah puas, dan sudah di-sangoni bungkusan dari Lussi Erni, kami ber-5 mohon pamit, seraya mengucapkan farewell bagi Lussi Erni yang tanggal 17 Juni ini berangkat menyusul Yudhi ke Australia. Bukan ucapan selamat berpisah, tapi ucapan sampai ketemu kembali. Farewell, and not good bye. Because true friends stay together and never said goodbye.

No responses yet

May 30 2009

Pekerja Konstruksi Kita Tidak Mendapat Cukup Perlindungan

Published by Anung under Beton, Project Management

Banyak peristiwa kecelakaan kerja terjadi di negara kita, kenyataan yang menyedihkan karena itu menggambarkan betapa para profesional konstruksi tidak memberikan perhatian pada unsur safety atau K3.

Sekarang bahkan peristiwa yang sama terjadi di negara lain. Menyedihkan, ternyata nggak di negara sendiri maupun di negara lain, keselamatan pekerja konstruksi kita sering terabaikan.

Jaya Supermarket, Selangor. 9 Pekerja Konstruksi Indonesia menjadi Korban.

3 responses so far

May 28 2009

Brief Report MU vs Barca…..

Published by candra under Artikel

Agak terlambat menyaksikan pertandingan final Liga Champion MU vs Barca (nonton mulai menit ke-5), langsung disuguhi shot dari CR7, tapi agak melebar. Selanjutnya ada beberapa kali shot (dari CR7 juga). Sampai kurang lebih menit ke-10, muncul tampilan data perbandingan jumlah shot, dimana Barca 0 MU 5.

Barca mulai membangun serangan, dengan umpan khas satu dua, bola sudah ada disisi kiri daerah MU dan masih dalam penguasaan Barca. Suddenly, Samuel Eto’o melakukan penetrasi ke kotak penalti dan bola dengan cerdik diarahkan ke jalur lari Eto’o. Barisan belakang MU terpengarah, dengan satu-dua kali dribling Eto’o sudah ada di muka gawang van de Sar dengan mengelabui salah seorang bek MU (Evra/Rio? CMIIW). Dengan sekali shot, Eto’o mengelabui van der Sar. one chance one shot one goal. brillian.
Setelah gol pertama, Barca malah semakin gencar melakukan serangan, membuat van der Sar agak gugup, tapi tidak ada tambahan gol dari Barca.
Babak kedua berjalan, MU langsung melakukan serangan gencar di awal pertandingan. Carlos Teves dimasukan untuk men-’gencar’-kan serangan. Setelah beberapa shot untuk MU, Barca mulai membangun serangan . Aliran bola dari bawah (Sylvinho-Puyol- Pique-Toure), tengah (Xavi, Iniesta) dan kemudian dribling Messi, tusukan dari kiri Henry atau Eto’o di kanan, menjadi pola serangan Barca ke jantung MU. Oh ya, ada pemain muda Barca, Sergio B yang sepertinya berfungsi sebagai gelandang bertahan.
Setelah beberapa kali serangan mematikan dari Barca (one on one Henry-van der Sar, free kick Iniesta kena tiang), pada menit  ke-70 dari sisi kiri MU (lagi…) Xavi menguasai bola, melihat Messi di ujung kanan bek lawan, langsung mengumpan cerdas ke arah Messi. Umpan bola melambung melengkung melewati bek MU (Vidic?). Dengan posisi sundulan yang sebenarnya kurang pas,Messi mengirim bola ke gawang mengecoh van der Sar, 2-0.

Finally MU lost…. (isn’t it good?)

Bravo Barca…the best team DID win…..

4 responses so far

May 04 2009

Garuda di Dadaku, the Movie

Published by nis under Buku-Film-Musik

Bayu, yang masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar, memiliki satu mimpi dalam hidupnya: menjadi pemain sepak bola hebat. Setiap hari dengan penuh semangat, ia menggiring bola menyusuri gang-gang di sekitar rumahnya sambil mendribble bola untuk sampai ke lapangan bulu tangkis dan berlatih sendiri di sana. Heri, sahabat Bayu penggila bola, sangat yakin akan kemampuan dan bakat Bayu. Dialah motivator dan pelatih cerdas yang meyakinkan Bayu agar mau ikut seleksi untuk masuk Tim Nasional U-13 yang nantinya akan mewakili Indonesia berlaga di arena internasional. Namun Pak Usman, kakek Bayu, sangat menentang impian Bayu karena baginya menjadi pemain sepak bola identik dengan hidup miskin dan tidak punya masa depan.

3 responses so far

Apr 30 2009

Buku-buku Pram

Published by Anung under Buku-Film-Musik

Kita mungkin pernah dengar nama Pramoedya Ananta Toer (Pram), mungkin juga tidak. Itu nama pengarang buku, nama pengarang yang kukenal bukan karena aku pernah membaca bukunya, tapi karena mendengar bahwa (dulu) buku-bukunya pernah dilarang beredar. Dia tokoh Lekra, dan pernah diasingkan di P. Buru sebelum dikeluarkan dari sana Desember 1979 (statusnya kemudian menjadi tahanan rumah).

Eh, kemaren malah kulihat buku-buku Pram ada di etalase Library milik Sinarmas World Academy (SWA), berarti sudah merupakan bacaan yang disarankan (recommended readings). Kira-kira apa bacaan itu laku nggak di lingkungan seperti SWA?

Aku? Aku masih tidak merasa tertarik untuk membaca karya Pram. Setidaknya belum.

One response so far

Apr 17 2009

Eh, ada rencana kumpul2 buat alumni JTS UGM lho

Published by Anung under Woro-woro

Poster karya Pak Mitrabani, sebagai woro-woro Reuni 2009

One response so far

Apr 12 2009

Orang-orang Proyek [karya Ahmad Tohari]

Published by Anung under Buku-Film-Musik

Aku punya novel karya Ahmad Tohari, “Orang-orang Proyek” terbitan PT. Gramedia Pustaka Utama tahun 2007. Kubeli beberapa waktu lalu dengan harga Rp. 31.000,-. Pak Ahmad Tohari ini pernah terkenal dengan karyanya “Ronggeng Dukuh Paruk”. Dalam “Orang-orang Proyek” Ahmad Tohari bercerita tentang Insinyur Kabul, Site Manager idealis yang mantan aktivis kampus. Ada konflik yang dihadapinya sewaktu Kabul memimpin pembangunan Jembatan di Sungai Cibawor, karena atasannya Pemimpin Proyek Ir. Dalkijo, beberapa kali menyuruhnya menggunakan material yang tidak memenuhi speks, karena Ir. Dalkijo harus cutting cost dan menggunakan dana proyek untuk diselewengkan ke hal-hal lain, untuk dibagi-bagi (Ahmad Tohari menggambarkannya dengan kata “bancakan”).

Mengambil setting tahun 1991, digambarkan Pimpro masih harus setor ke Penguasa dan Partai Penguasa. Ditambah dengan tuntutan untuk mempercepat waktu pelaksanaan karena akan cepat-cepat diresmikan oleh Pejabat yang juga Pemimpin Partai Penguasa, maka Ir. Dalkijo memaksa Kabul untuk memakai material setempat dan mempercepat proses pengecoran. Kabul tetap pada idealismenya, teguh memegang prinsipnya, dan akhirnya memilih mundur saat Jembatan Cibawor sudah hampir jadi (tinggal tahap pembuatan deck/lantai jembatan).
Jembatan itu tidak diceritakan runtuh oleh Ahmad Tohari, tetapi ditulis di ending buku itu bahwa ketika balik lagi setahun sesudahnya, Kabul merasa sedih dan marah, karena hasil karya yang ditinggalkannya itu lantai (deck) jembatannya sudah ada yang berlubang pada 2 titik, walau strukturnya masih kokoh/kuat. Kabul pergi dengan pertanyaan dalam hati, “Ada berapa ribu proyek yang senasib dengan Jembatan Cibawor?”

Di buku itu aku juga membaca lagi anekdot yang sewaktu pertama kali masuk Jurusan Teknik Sipil UGM pernah diceritakan seorang senior. Anekdot itu seperti ini:
Suatu saat di akhirat, penghuni neraka dan penghuni surga ingin saling kunjung. Maka penghuni kedua tempat itu sepakat membuat jembatan yang akan menghubungkan wilayah neraka dan wilayah surga. Bagian jembatan di wilayah neraka akan dibangun oleh orang neraka dan sebaliknya. Ternyata penghuni neraka lebih cepat menyelesaikan pekerjaannya daripada para penghuni surga. Dan ketika dicari sebabnya, ditemukan kenyataan di antara para penghuni neraka banyak mantan orang proyek.

5 responses so far

Apr 05 2009

Tampilan Baru Gramedia Depok (Bag. 2-Kesimpulan)

Published by nis under Buku-Film-Musik, Lain-lain

Baru ingat, bahwa punya hutang untuk mengomentari tampilan baru Gramedia Depok, sesuai di artikel terdahulu, maka kesimpulannya adalah:

  • Gramedia Depok sekarang serasa di Shopping Center - Jogja, era 90-an. Rak buku tinggi-tinggi dengan penanda kelompok buku yang susah dilihat.
  • Walaupun demikian, masih ada nilai positif dari layout baru Gramedia Depok. Aku semakin bisa main kucing-kucingan dengan kedua anakku.
  • Dan yang lebih keren, ketika 2 minggu lalu kami ke sana, parkir udah penuh dan diminta parkir di Margo City, padahal masih pagi banget. “Keren jg, baru re-Layout langsung laris,…”, pikirku. Tetapi ternyata ketika pulang, aku iseng nanya ke security, mereka bilang area parkir dipakai untuk Try-Out SMA. Oh, kenapa tidak sekalian bilang, “Mohon seluruh pengunjung Gramedia Depok datang dengan angkot, karena parkir sedang dipakai Try-Out!”.

Kepingin rasanya memberi judul tulisan ini, “Gramedia Depok: re-Layout, Try-Out dan Angkot”.

No responses yet

Apr 05 2009

Portable Ubuntu, cara baru mencicipi Ubuntu

Published by nis under Komputer

Satu lagi kemudahan untuk mencicipi Ubuntu,memakai Portable Ubuntu. Portable Ubuntu berjalan sebagai aplikasi Windows untuk menjalankan Ubuntu.

Seperti ditunjukkan dalam screenshot si bawah ini, Ubuntu berjalan di dalam Windows sebagaimana aplikasi Windows lainnya.

Portable Ubuntu

Info lanjut, langsung aja ke: http://portableubuntu.sourceforge.net/index.php

No responses yet

Mar 29 2009

Mengintip Tampilan Ubuntu 9.04 vs Windows7

Published by nis under Komputer

Saat ini Ubuntu 9.04 dan Windows7 mempunyai sebuah persamaan, sama-sama belum resmi keluar. Ubuntu 9.04 akan resmi rilis, sesuai dengan namanya, pada bulan 04, tahun 09. Windows7, walaupun belum resmi memberikan tanggal lahir, diperkirakan akan rilis tahun ini juga.

Jadi saat ini, kita baru bisa mengintip bakal tampilan mereka.

Berikut ini tampilan Windows7:

Dan yang ini untuk Ubuntu 9.04:

Kalau melihat bakal tampilan dari kedua sistem operasi ini, ada perbedaan mendasar dari desain tampilannya. Ubuntu semakin sederhana, Windows menjadi lebih berhias.

5 responses so far

Next »